hthtththth. Diberdayakan oleh Blogger.

TUGAS 2 - INI CERITAKU, APA CERITAMU?

          Dua puluh tahun yang lalu, Ibu Kota Jakarta menjadi saksi bisu lahirnya seorang bayi perempuan anak pertama dari sebuah keluarga sederhana. Tepat pukul 02.00 dini hari di hari Jumat tanggal 2 Juli 1993. Bayi perempuan itu adalah saya, yang kini telah tumbuh menjadi gadis yang manis.

          Elis Yuliani adalah nama lengkap saya. Keluarga dan teman-teman biasa memanggil saya Elis, sebutan saya dari kecil. Saya memiliki adik laki-laki, Andry Maulana namanya. Dia mengenyam pendidikan di sebuah sekolah kejuruan di Jakarta dengan jurusan Pemasaran. Saya sendiri adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma Angkatan 2011. Hampir dua tahun setengah saya berbaur dengan jalanan kota Depok yang disebut "Kota Belimbing". Tapi tak banyak saya melihat pohon belimbing di sana.

          Empat belas tahun yang lalu, awal dimana saya mulai menginjakkan kaki di dunia pendidikan. SD Negeri 14 Pela Mampang adalah awal riwayat pendidikan saya dimulai. Di sekolah sederhana inilah, selama 6 tahun saya menimba ilmu demi cita-cita saya kelak. Dulu saya bercita-cita menjadi seorang Dokter. Cita-cita yang hampir sebagian besar anak seumuran saya menginginkannya. Iya begitulah, namanya juga anak berumur 6 tahun yang masih sibuk dengan duni khayalnya sendiri.

          Riwayat pendidikan saya maju satu langkah. SMP Negeri 12 Jakarta adalah sekolah yang menurut kabar burung adalah sekolah unggulan. Baju putih biru mengawali saya memasuki gerbang sekolah yang bernuansa warna hijau itu. Gedung bertingkat 2 dengan lapangan yang sangat luas, dan sebuah kolam ikan di sudut lapangan membuat saya nyaman bersekolah di situ. Tidak mudah beradaptasi dengan sekolah yang baru, terlebih karena tingkatannya lebih tinggi. Di Sekolah Dasar saya hanya mengenal satu guru yang mengajar untuk tiap kelas, tapi di Sekolah Menengah Pertama ini, banyak guru yang harus saya hafal. Untuk satu pelajaran, ada satu guru yang mengajar. Hal inilah yang bisa membuat semangat belajar kita terpacu karena kita mendapatkan guru yang berbeda-beda setiap jamnya.

          Ujian Akhir Nasional atau UAN adalah langkah akhir dari perjuangan saya selama 3 tahun ini. Tapi ada yang berbeda UAN angkatan saya dengan angkatan sebelumnya. Dimana ada 4 pelajaran yang menjadi saksi kelulusan. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan yang terbaru adalah IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Namun tidak kata sulit jika kita mau berusaha. terbukti dengan rata-rata nilai 8, saya berhasil menyandang gelar "Alumni SMP Negeri 12 Jakarta Angkatan 2008".

          Gejolak hati timbul setelah saya lulus SMP. Ingin melanjutkan ke SMA atau SMK. Sedangkan saya tidak mempunyai gambaran apapun dengan dunia Sekolah Menengah Atas. Ayah saya kemudian memberikan usul untuk masuk ke SMK saja, karena menurut beliau lulusan SMK bisa langsung mencari kerja karena diajarkan untuk mempunyai keahlian khusus.

          SMK Negeri 6 Jakarta atau yang dulunya adalah SMEA 3 Jakarta yang menjadi pilihan saya. Prodjost, begitu sekolah ini disebut. Sebenarnya Prodjost adalah singkatan nama jalan yaitu Prof. Djoko Sutono, SH. Sekolah ini memiliki 4 jurusan, yaitu Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran (dahulunya Penjualan), dan yang paling baru adalah Multimedia.

          Dilema kembali menguasai hati dan pikiran ini. Bingung dengan jurusan yang akan dipilih yang akan mengisi hari-hari saya selama 3 tahun di sekolah itu. Dan Akuntansi adalah pilihan terakhir saya. Alasannya klasik, hanya karena saya suka pelajaran hitung-hitungan.

          Menurut saya, belajar akuntansi mempunyai keunikan tersendiri. Hanya berbekal bukti-bukti transaksi, kita dapat menyusunnya menjadi sebuah laporan keuangan yang dapat dipergunakan banyak orang. Hanya satu kunci untuk belajar akuntansi "Ketelitian". Karena dunia akuntansi adalah dunia angka. Dunia operasi matematika, yang benar-benar membutuhkan ketelitian dalam setiap langkahnya.

          Setelah 3 tahun berlalu, angkatan kami kembali di coba. Paket UAN yang tadinya hanya 1, kini berubah menjadi 5 (A, B, C, D, E). Sungguh sangat luar biasa dan membuat kita panik dan kebingungan. Tapi seperti yang saya bilang, tidak ada kata sulit jika kita mau berusaha. Lulus 100% adalah kabar yang sangat menggembirakan di sisa akhir perjuangan menyelesaikan Sekolah Menegah Kejuruan.

          Setelah lulus SMK, saya berkeinginan untuk mencari pekerjaan. Banyak link yang bisa saya dapatkan, karena sekolah saya telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Namun keinginan saya dibantah oleh orangtua saya. Mereka ingin saya melanjutkan pendidikan saya ke dunia perkuliahan. Dunia yang saya lihat di televisi sangat bebas dalam arti kata tidak seperti sekolah yang pakaian saja diatur. Saya berusaha menentang keinginan orangtua, namun apa daya, berusaha dengan ikhlas akhirnya saya mengikuti plihan orangtua untuk melanjutkan pendidikan.

          Awal kegagalan saya dimulai di sini. Dari awal saya bersekolah, dapat dengan mudah saya mendapatkannya. Dimana pun saya ingin bersekolah, selalu tercapai. Tapi kini tidak. Saya gagal meengikuti SNMPTN. Kata orang mungkin karena pilihan jurusannya yang salah. Tapi setiap cobaan pasti ada hikmah dibalik itu. Benar saja, seorang pak pos datang ke rumah mengantarkan sebuah undangan penerimaan beasiswa dari Universitas Gunadarma. Awalnya saya menolak, karena saya tidak tahu dimana letak kampusnya dan terlebih lagi letaknya yang jauh dari rumah. Sekali lagi, ayah saya meminta saya untuk mengambil undangan itu, atau setidaknya datang untuk mencari informasi. Dan akhirnya saya pun mengiyakan.

          Selama sekolah saya tidak pernah mengikuti organisasi apapun. Tetapi kini saya mengikuti sebuah organisasi di Universitas Gunadarma yaitu Laboratorium Akuntansi Menengah yang biasa disingkat "LABAMEN". Di Universitas Gunadarma, kita diperkenalkan beberapa Laboratorium yang wajib diikuti setiap mahasiswanya berdasarkan jurusannya masing-masing, dan Laboratorium Akuntansi Menengah adalah salah satunya. Banyak yang bisa saya pelajari di sana. Dari beberapa software akuntansi seperti Myob, Zahir Accounting, dan DecEasy Acoounting sampai belajar menyelesaikan dua perusahaan yang melakukan merger atau akuisisi, serta belajar mengaudit suatu laporan keuangan. Pastinya yang saya dapatkan di laboratorium, tidak semuanya bisa saya dapatkan di kelas.

          Kini saya hampir menyelesaikan semester 5. Semester-semester genting, karena semester depan saya harus menyelesaikan PI (Penelitian Ilmiah) sebagai syarat penyusunan SKRIPSI yang nantinya akan membuka jalan menuju perjuangan yang sebenarnya. Perjuangan menempuh hidup yang nantinya akan membawa saya menuju kesuksesan, Amiin.

          Sekian singkat cerita hidup saya sampai sekarang ini. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca yang baiknya, sedangkan yang buruknya di buang saja dan jangan ditiru. Keep Smile and Keep Spirit :-)

Kalau ini ceritaku, apa ceritamu ???

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Posting Komentar

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info